Kamis, 01 Juli 2010

Madilog

Madilog mengajari orang untuk belajar menolak pada setiap kepastian, yang sebenarnya tidak pasti. Semuanya harus didialektikakan. Dialektika, sebagai warisan pemikiran yang paling luhur dari Hegel –meski sudah diadopsi berulang-ulang oleh para pemikir filsafat Yunani kuno, Aristoteles, Heraklitos, Democritus- adalah penolakan terhadap segala bentuk kemapanan. Tentu karena kemapanan adalah biang kerok dari kekuasaan yang status quo. Apalagi jika semangat kemapanan tersebut berada dalam mentalitas rakyat; dalam pikiran rakyat. Pada saat yang sama rakyat tentu akan sulit melepaskan diri dari dirinya sendiri. Di sinilah kaum proletar butuh berpikir secara dialektis.
http://www.4shared.com/account/document/gpXgzzNr/Madilog-Tan-Malaka.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar